FORMULA KONSENTRAT DAN PAKAN KOMPLIT UNTUK SAPI DAN "DOMBING" PEDAGING FASE PENGGEMUKAN
KONSENTRAT (KG) VERSI LENGKAP :
1. Ampas tahu kering ..... 50
2. Amoas bir kering ..... 50
3. Bungkil kelapa (kopra) ..... 50
4. Bungkil kelapa sawit ..... 80
5. Corn Gluten Feed (CGF) ..... 70
6. Di-Calcium Phosphat (DCP) ..... 8
7. Dedak ..... 210
8. D'Minerale SAL HC ..... 0,25
9. Gaplek, tepung ..... 110
10. Garam giling ..... 5
11. Kulit kopi, tepung ..... 45
12. Kulit singkong, tepung ..... 50
13. Onggok singkong, kering ..... 100
14. Minyak goreng curah atau CPO ..... 40
15. Molase (tetes tebu) ..... 20
16. Polar ..... 55
17. Premix vitamin A, D & E HC ..... 0,25
18. Premix mikro mineral HC ..... 0,25
19. Probiotika versi lengkap HC ..... 1
20. Tepung batu kapur (limestone) ... 13,25
21. Tongkol jagung, tepung ..... 40
22. Toxin binder ..... 2
Total 1.000 kg.
Catatan :
1. Semua bahan baku tsb dalam kondisi kering, kadar air maksimum 14%;
2. Soal harganya, silakan dihitung sendiri sesuai perolehan masing-masing daerah.
SPESIFIKASI
1. ME ... 2.051,6 KCal/kg
2. CP ... 14,3%
3. Ratio ME : CP = 143,7
4. SK ... 12,9%
5. LK ... 6,8%
6. TDN 68,6%
7. Ca 1,05%
8. P 0,5%.
PAKAN KOMPLIT (KG) DIBUAT DARI
1. Konsentrat tsb di atas ... 600 kg;
2. Rumput Gajah umur 40-50 hari atau rumput Odot umur 60-70 haru atau campuran keduanya, masing-masing sudah dilayukan selama 2 malam dimana kadar airnya tinggal maksimum 30% dan sudah dicacah menjadi ukuran kecil ..... 100 kg;
3. Tebon jagung umur 80-90 hari yang sudah dilayukan sampai kadar airnya kurang dari 30% dan dicacah menjadi ukuran kecil ..... 100 kg;
4. Jerami kering yang sudah dicacah jadi serabut ..... 100 kg;
5. Air tanpa klorinasi 79 liter + molase 20 kg + Win_Prob In Vivo/Vitro 1 liter, ketiganya dicampur dan diaduk rata ..... 100 kg;
4. Total 1.000 kg.
Bisa dicampur secara manual pakai sekrop. Tapi seyogyanya dicampur pakai mixer horisontal agar benar-benar rata dengan homogenitas 94-95%;
5. Kadar air total campuran tsb di atas, 25-30%. Layak dilanjut ke proses fermentasi secara tertutup.
Setelah dicampur rata, masukkan ke dalam wadah untuk fermentasi (fermentor) :
> bisa pakai drum plastik (terbaik);
> mengisinya sambil dipadatkan, semakin padat semakin baik, disetel bobotnya @ 25 atau 50 kg agar mudah menghitungnya. Kemudian ditutup rapat;
> diperam selama 4 minggu supaya benar-benar matang. Karena untuk mengurai serat kasar (SK) selulosa dan hemi selulosa, dan serat sangat kasar (SSK) lignin, perlu waktu setidaknya 4 (empat) minggu. Bila patokannya protein, bisa naik 4-5% setelah diperam selama 4 minggu.
Tidak usah tergiur dengan janji kampanye probiotika yang mulik-muluk, katanya masa peramnya (fermentation time) hanya seminggu. Memangnya bikin tape singkong dan atau tape ketan dimana yang difermentasi hanya kabohidrat lunak (disakarida);
6. Setelah fermentasinya matang, maka akan terjadi peningkatan kualitas (quality booster) secara signifikan dimana kadar serat kasar (SK) dan serat sangat kasar (SSK) akan turun dan otomatis kadar TDN naik serta dapat bonus kadar protein naik 4-5%. Saya harap tidak tanya berapa turun dan naiknya kadar gizi. Silakan dipraktekkan sendiri dan periksakan analisa proksimat di Lab Makanan Ternak. Kalau Anda bisa lebih untung, juga tidak usah kasih tahu saya. Nikmati saja sendiri bersama keluarga masing-masing;
7. Dengan pakan komplit yang telah difermemtasi sampai matang, maka feed intake akan terjadi penghematan bisa sampai 20% dengan catatan, kebutuhan gizi tercukupi dan dalam keadaan seimbang. Tanpa mengorbankan produktifitas;
8. Saya berharap teman-teman jangan menyodorkan cuma 4-5 bahan baku tapi minta hasil lengkap. Terbalik. Lengkapi bahan bakunya yang makro setidaknya 7-10 jenis.
Alasannya :
1. Tiap bahan baku punya kelebihan dan kekurangan;
2. Dengan banyak jenis bahan baku makro, akan saling melengkapi;
3. Tiap jenis bahan baku, ada batas maksimum penggunaannya.
Sumber fb mukti abadi