Manfaat Daging Kambing dan Cara-cara sederhana mengurangi bau tak sedap pada daging kambing sebelum diolah menjadi bahan masakan:
Rebus 1 kilogram daging kambing atau domba dengan dimasukkan 200 gram tebu yang sudah dipotong-potong. Rebus kurang lebih selama setengah jam
Menggunakan Tambahan Cuka
Rebus 1 liter air, setelah mendidih masukkan 1 kilogram daging kambing dan 50 gram cuka. Setelah mendidih, tiriskan daging kambing itu dan dimasak ulang sesuai keinginan.
Manfaatkan Susu Segar
Untuk menghilangkan bau khas daging kambing dapat dilakukan dengan merendam daging kambing dengan menggunakan susu segar, rendam semalaman, lalu pagi harinya tiriskan dan daging kambing siap untuk di masak, selain bebas dari prengus, merendam dengan susu juga membikin daging kambing lebih gampang empuk.
Menggunakan Yoghurt
Bila memiliki yoghurt, anda juga dapat merendam daging kambing dengan yoghurt, yoghurt mengandung mikroorganisme yang baik, sehingga ketika memasak daging kambing akan lebih bersih dan juga kenyal waktu di masak.
Hilangkan atau Bersihkan Lemak pada Daging Kambing
Lemak dari daging kambinglah yang membikin daging kambing menjadi bau, caranya ketika hendak membuat masakan daging kambing, pastikan daging bebas dari lemak kambing yang dapat merusak bau dari dagingnya sendiri.
Menggunakan Cairan Jeruk Nipis
Cara lainnya lagi, sebelum dimasak daging kambing disiram dengan tetesan air jeruk nipis. Jika tidak ada jeruk nipis bisa dengan menggunakan daun jeruk limau.
Daun Jambu Biji
Selain air jeruk nipis bisa juga menggunakan daun jambu klutuk. Daun jambu itu dibejek-bejek bersama dengan daging kambing sebelum dimasak
Menggunakan Arang
Ambillah 2 potong arang lalu cucilah sampai bersih dari kotoran lain. Rebuslah daging kambing bersama-sama arang tsb, niscaya daging kambing tidak akan berbau lagi. Setelah itu masaklah dengan rempah-rempah sesuai resep pilihan anda
Daging Tanpa Dicuci
Langsung mengolah daging kambing yang baru disembelih, tanpa pernah sedikitpun mencucinya terlebih dahulu baik dengan air maupun bahan pencuci lainnya.Bau amis itu akan berkurang dengan sendirinya jika dimasak dengan benar (sampai meresap, tanak, dan cukup waktu).Jangan lupa berhati-hati ketika memotong daging kambing agar tidak terkena kotoran (sehingga kita tergoda alasan harus membilasnya dengan air). Jika bulu-bulu kambing masih menempel halus dan tipis, cabuti saja pelan-pelan. Daging kambing siap olah tidak mengapa disimpan dulu di dalam kulkas sebelum dimasak, sepanjang tidak dicuci dengan air.
Potong Daging Searah Serat Daging
Memotong daging kambing searah serat daging bisa mengurangi adanya bau khas dari daging kambing yang hendak dimasak
Menggunakan Buah Nanas dan Daun Pepaya
Sebelum dimasak bungkus dengan daun pepaya dan buah nanas. karena daun pepaya bikin daging menjadi empuk setelah matang sedangkan nanas untuk menghilangkan bau amisnya. diperkirakan bau nanas lebih kuat daripada jeruk
Memanfaatkan Rimpang Jahe
Cincang, memarkan atau lumat jahe, kemudian campurkan pada daging yang akan diolah. Aroma Jahe akan menutupi bau lebus pada daging. Agar hasilnya maksimal, lebih baik lagi Jahe yang dlhaluskan bersama bumbu lain.
Merebus daging Kambing dengan Lobak
Rebus daging kambing dengan potongan lobak secukupnya, setengah jam kemudian keluarkan lobaknya. Setelah itu pergunakan daging kambing untuk memasak sesuai dengan resep masakan daging kambing yang disukai.
Menggunakan Kacang Hijau
Rebus 1 kilogram daging kambing atau domba dengan kacang hijau sebanyak 5 gram. Setelah 10 menit, angkat dan tiriskan daging tersebut. Kemudian dimasak sesuai dengan keperluan.
Memakai Bubuk Kare
Rebus 1 kilogram daging kambing dengan dimasukkan bersama bubuk kare sekitar 10 gram. Banyaknya bumbu kare disesuaikan dengan jumlah kilogram daging yang akan dimasak
Bau Prengus adalah bau tak sedap yang sering muncul pada daging kambing dan sangat mengganggu pada aroma masakan daging kambing jika tidak diatasiDimasak Bersama Batang Tebu
Rebus 1 kilogram daging kambing atau domba dengan dimasukkan 200 gram tebu yang sudah dipotong-potong. Rebus kurang lebih selama setengah jam
Menggunakan Tambahan Cuka
Rebus 1 liter air, setelah mendidih masukkan 1 kilogram daging kambing dan 50 gram cuka. Setelah mendidih, tiriskan daging kambing itu dan dimasak ulang sesuai keinginan.
Manfaatkan Susu Segar
Untuk menghilangkan bau khas daging kambing dapat dilakukan dengan merendam daging kambing dengan menggunakan susu segar, rendam semalaman, lalu pagi harinya tiriskan dan daging kambing siap untuk di masak, selain bebas dari prengus, merendam dengan susu juga membikin daging kambing lebih gampang empuk.
Menggunakan Yoghurt
Bila memiliki yoghurt, anda juga dapat merendam daging kambing dengan yoghurt, yoghurt mengandung mikroorganisme yang baik, sehingga ketika memasak daging kambing akan lebih bersih dan juga kenyal waktu di masak.
Hilangkan atau Bersihkan Lemak pada Daging Kambing
Lemak dari daging kambinglah yang membikin daging kambing menjadi bau, caranya ketika hendak membuat masakan daging kambing, pastikan daging bebas dari lemak kambing yang dapat merusak bau dari dagingnya sendiri.
Menggunakan Cairan Jeruk Nipis
Cara lainnya lagi, sebelum dimasak daging kambing disiram dengan tetesan air jeruk nipis. Jika tidak ada jeruk nipis bisa dengan menggunakan daun jeruk limau.
Daun Jambu Biji
Selain air jeruk nipis bisa juga menggunakan daun jambu klutuk. Daun jambu itu dibejek-bejek bersama dengan daging kambing sebelum dimasak
Menggunakan Arang
Ambillah 2 potong arang lalu cucilah sampai bersih dari kotoran lain. Rebuslah daging kambing bersama-sama arang tsb, niscaya daging kambing tidak akan berbau lagi. Setelah itu masaklah dengan rempah-rempah sesuai resep pilihan anda
Daging Tanpa Dicuci
Langsung mengolah daging kambing yang baru disembelih, tanpa pernah sedikitpun mencucinya terlebih dahulu baik dengan air maupun bahan pencuci lainnya.Bau amis itu akan berkurang dengan sendirinya jika dimasak dengan benar (sampai meresap, tanak, dan cukup waktu).Jangan lupa berhati-hati ketika memotong daging kambing agar tidak terkena kotoran (sehingga kita tergoda alasan harus membilasnya dengan air). Jika bulu-bulu kambing masih menempel halus dan tipis, cabuti saja pelan-pelan. Daging kambing siap olah tidak mengapa disimpan dulu di dalam kulkas sebelum dimasak, sepanjang tidak dicuci dengan air.
Potong Daging Searah Serat Daging
Memotong daging kambing searah serat daging bisa mengurangi adanya bau khas dari daging kambing yang hendak dimasak
Menggunakan Buah Nanas dan Daun Pepaya
Sebelum dimasak bungkus dengan daun pepaya dan buah nanas. karena daun pepaya bikin daging menjadi empuk setelah matang sedangkan nanas untuk menghilangkan bau amisnya. diperkirakan bau nanas lebih kuat daripada jeruk
Memanfaatkan Rimpang Jahe
Cincang, memarkan atau lumat jahe, kemudian campurkan pada daging yang akan diolah. Aroma Jahe akan menutupi bau lebus pada daging. Agar hasilnya maksimal, lebih baik lagi Jahe yang dlhaluskan bersama bumbu lain.
Merebus daging Kambing dengan Lobak
Rebus daging kambing dengan potongan lobak secukupnya, setengah jam kemudian keluarkan lobaknya. Setelah itu pergunakan daging kambing untuk memasak sesuai dengan resep masakan daging kambing yang disukai.
Menggunakan Kacang Hijau
Rebus 1 kilogram daging kambing atau domba dengan kacang hijau sebanyak 5 gram. Setelah 10 menit, angkat dan tiriskan daging tersebut. Kemudian dimasak sesuai dengan keperluan.
Memakai Bubuk Kare
Rebus 1 kilogram daging kambing dengan dimasukkan bersama bubuk kare sekitar 10 gram. Banyaknya bumbu kare disesuaikan dengan jumlah kilogram daging yang akan dimasak
Manfaat Daging Kambing Untuk Kesehatan
Menjaga Sistem Saraf
Sistem Saraf manusia sangat kompleks, nah daging kambing merupakan salah satu sumber energi yang cukup besar serta memiliki zat yang baik untuk saraf yaitu vitamin B12. Kandungannya 4.4 mcg atau 74% dari kebutuhan harian per 100 gr konsumsi. Bisa anda bayangkan betapa besarnya kandungan vitamin b12 dari daging kambing, ini akan sangat baik untuk sistem saraf.
Kesehatan Mental
Masih terkait dengan kandungan vitamin B12 yang cukup tinggi, selain untuk menjaga syaraf dan fungsi utamanya untuk mengubah energi. Vitamin B12 dalam kambing ini juga bermanfaat untuk kesehatan mental.
Meningkatkan HDL (Kolesterol Baik)
Kandungan niacin (Vitamin B3) dalam daging kambing merupakan “Pelaku” yang dapat meningkatkan kandungan HDL dalam darah, jadi anda tidak perlu terlalu khawatir dengan lemak jahat di darah anda. Kandungan niacin dalam 100 gr daging kambing 6.5 mg atau 33% kebutuhan harian.
Mencegah Anemia
Daging kambing merupakan salah satu daging yang termasuk dalam kelas daging merah, seperti yang kita ketahui daging merah sangat penting untuk dikonsumsi saat anda mengalami anemia.
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Perlu anda ketahui bahwa daging kambing memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi, tercatat per 100 gram dapat memenuhi 26 % kebutuhan harian zat besi tubuh kita. Manfaat zat besi seperti yang kita ketahui salah satunya adalah untuk meningkatkan sistem imun tubuh.
Sumber Antioksidan
Ternyata daging kambing merupakan salah satu sumber Selenium yang cukup besar, total ada 38.0 mcg atau 54% kebutuhan harian. Manfaat antioksidan sendiri adalah salah satu sumber antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan.
Menjaga Kesehatan Mata
Salah satu yang menjadi sumber gizi daging kambing untuk kesehatan mata adalah kandungan Riboflavin yang dikenal dengan vitamin B2. Kandungan Riboflavin dalam 100 gr daging kambing adalah 0.3 mg atau 18% dari kebutuhan harian.
Bahaya Daging Kambing Jika Dikonsumsi Berlebihan
Gangguan pencernaan dan Sembelit
Gangguan pencernaan atas bawah ini terjadi ketika adanya pengosongan lambung. Sebab lemak yang ada pada kambing tertimbun berlebihan di lambung. Biasanya penderita akan merasakan panas di dada atau heartburn. Jika diperhatikan, daging kambing merupakan salah satu daging merah yang memiliki tekstur tidak terlalu baik. Sehingga pengolahan di dalam tubuh kita juga sedikit lama. Untuk itu proses pencernaan juga lama. Makanya jangan mengkonsumsi berlebihan.
Penyakit GERD (gastroesphageal reflux disease)
Menurut penelitian klinis, penyakit GERD ini salah satu indikasi penyakit yang sangat berpengaruh pada gaya hidup seseorang. Sehingga mereka yang memiliki kebiasaan buruk mengenai pola makan dan kebiasaan, sangat rentan terkena penyakit ini. Hal ini terjadi karena asam lambung naik dan berbalik arah ke kerongkongan. Biasanya terjadi karen klep yang membatasi kerongkongan dan lambung lemah.
Asam Lambung Naik
Bahaya daging kambing membuat banyak orang merasakan pusing, mulut pahit, sampai merasa ulu hatinya sakit. Mereka berpikiran bahwa jantung sedang dalam keadaan yang tidak baik. Padahal sebenarnya, tubuh anda terjadi aliran balik dari lambung ke kerongkongan. Beberapa kasus bahkan sampai menjadi penyebab dada sesak napas.
Penyakit jantung dan Resiko kolesterol tinggi
Banyak memakan daging kambing secara sering memang menginduksi adanya penyakit jantung. Hal ini disebabkan karena kandungan lemak hewan yang banyak. Hal ini memicu penimbunan lemak, bahkan sampai ke pembuluh darah. Jika terjadi penyempitan pembuluh darah, karena dorongan lemak yang terlalu banyak, menjadikan kepala sering pusing. Sebab, aliran darah yang harusnya sampai ke otak terhalang oleh pembuluh darah. Kolesterol tinggi merupakan bahaya daging kambing, yang mencapai 39 mg pada setiap 100 gram. Meski tergolong kalah tinggi dari pada kolestrol sapi, keadaan ini juga perlu anda perhatikan. Sebab hal ini juga mampu memicu kolestrol yang sudah ada dalam tubuh anda. Bahka beberapa kasus, seseorang yang memiliki kolestrol normal juga beresiko penyakit kardiovaskular.
Menjaga Sistem Saraf
Sistem Saraf manusia sangat kompleks, nah daging kambing merupakan salah satu sumber energi yang cukup besar serta memiliki zat yang baik untuk saraf yaitu vitamin B12. Kandungannya 4.4 mcg atau 74% dari kebutuhan harian per 100 gr konsumsi. Bisa anda bayangkan betapa besarnya kandungan vitamin b12 dari daging kambing, ini akan sangat baik untuk sistem saraf.
Kesehatan Mental
Masih terkait dengan kandungan vitamin B12 yang cukup tinggi, selain untuk menjaga syaraf dan fungsi utamanya untuk mengubah energi. Vitamin B12 dalam kambing ini juga bermanfaat untuk kesehatan mental.
Meningkatkan HDL (Kolesterol Baik)
Kandungan niacin (Vitamin B3) dalam daging kambing merupakan “Pelaku” yang dapat meningkatkan kandungan HDL dalam darah, jadi anda tidak perlu terlalu khawatir dengan lemak jahat di darah anda. Kandungan niacin dalam 100 gr daging kambing 6.5 mg atau 33% kebutuhan harian.
Mencegah Anemia
Daging kambing merupakan salah satu daging yang termasuk dalam kelas daging merah, seperti yang kita ketahui daging merah sangat penting untuk dikonsumsi saat anda mengalami anemia.
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Perlu anda ketahui bahwa daging kambing memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi, tercatat per 100 gram dapat memenuhi 26 % kebutuhan harian zat besi tubuh kita. Manfaat zat besi seperti yang kita ketahui salah satunya adalah untuk meningkatkan sistem imun tubuh.
Sumber Antioksidan
Ternyata daging kambing merupakan salah satu sumber Selenium yang cukup besar, total ada 38.0 mcg atau 54% kebutuhan harian. Manfaat antioksidan sendiri adalah salah satu sumber antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan.
Menjaga Kesehatan Mata
Salah satu yang menjadi sumber gizi daging kambing untuk kesehatan mata adalah kandungan Riboflavin yang dikenal dengan vitamin B2. Kandungan Riboflavin dalam 100 gr daging kambing adalah 0.3 mg atau 18% dari kebutuhan harian.
Bahaya Daging Kambing Jika Dikonsumsi Berlebihan
Gangguan pencernaan dan Sembelit
Gangguan pencernaan atas bawah ini terjadi ketika adanya pengosongan lambung. Sebab lemak yang ada pada kambing tertimbun berlebihan di lambung. Biasanya penderita akan merasakan panas di dada atau heartburn. Jika diperhatikan, daging kambing merupakan salah satu daging merah yang memiliki tekstur tidak terlalu baik. Sehingga pengolahan di dalam tubuh kita juga sedikit lama. Untuk itu proses pencernaan juga lama. Makanya jangan mengkonsumsi berlebihan.
Penyakit GERD (gastroesphageal reflux disease)
Menurut penelitian klinis, penyakit GERD ini salah satu indikasi penyakit yang sangat berpengaruh pada gaya hidup seseorang. Sehingga mereka yang memiliki kebiasaan buruk mengenai pola makan dan kebiasaan, sangat rentan terkena penyakit ini. Hal ini terjadi karena asam lambung naik dan berbalik arah ke kerongkongan. Biasanya terjadi karen klep yang membatasi kerongkongan dan lambung lemah.
Asam Lambung Naik
Bahaya daging kambing membuat banyak orang merasakan pusing, mulut pahit, sampai merasa ulu hatinya sakit. Mereka berpikiran bahwa jantung sedang dalam keadaan yang tidak baik. Padahal sebenarnya, tubuh anda terjadi aliran balik dari lambung ke kerongkongan. Beberapa kasus bahkan sampai menjadi penyebab dada sesak napas.
Penyakit jantung dan Resiko kolesterol tinggi
Banyak memakan daging kambing secara sering memang menginduksi adanya penyakit jantung. Hal ini disebabkan karena kandungan lemak hewan yang banyak. Hal ini memicu penimbunan lemak, bahkan sampai ke pembuluh darah. Jika terjadi penyempitan pembuluh darah, karena dorongan lemak yang terlalu banyak, menjadikan kepala sering pusing. Sebab, aliran darah yang harusnya sampai ke otak terhalang oleh pembuluh darah. Kolesterol tinggi merupakan bahaya daging kambing, yang mencapai 39 mg pada setiap 100 gram. Meski tergolong kalah tinggi dari pada kolestrol sapi, keadaan ini juga perlu anda perhatikan. Sebab hal ini juga mampu memicu kolestrol yang sudah ada dalam tubuh anda. Bahka beberapa kasus, seseorang yang memiliki kolestrol normal juga beresiko penyakit kardiovaskular.