Cara dan Metode Memilih Bibit Kambing yang Baik dan Cara menentukan Umur kambing serta Perkembangan dan Pertumbuhan Ternak Kambing
Cara Menentukan atau Menaksir Umur Kambing
Dasar penentuan umur ternak kambing adalah keadaan gigi seri pada rahang bawah yang jumlahnya 8 buah.
Ternak kambing yang berumur di bawah satu tahun gigi serinya dinamakan gigi seri susu, sedang gigi penggantinya disebut gigi seri tetap. Gigi seri susu berbentuk kecil-kecil dan berwarna putih mulus, sedang gigi seri tetap lebih besar dan berwarna putih kotor.
Sebagai pegangan untuk mengetahui umur kambing adalah :
– Sudah ada tanda pergesekan gigi seri susu : umur 10—12 bulan.
– Dua gigi seri telah berganti (Gigi dua) ; umur 1—1,5 tahun.
– Empat gigi seri telah berganti (Gigi empat) : umur 1,5—2 tahun,
– Enam gigi seri telah berganti (Gigi enam) : umur 2,5—3 tahun.
– Delapan gigi seri tejah berganti (Gigi delapan) : umur 3,5—4 tahun.
– Bila-1/4 bagian gigi seri tetap telah tergesek : umur 5 tahun.
– Bila 1/2 bagian gigi seri tetap telah tergesek : umur 6 tahun.
– Bila 3/4 bagian gigi seri tetap telah tergesek : umur 7 tahun.
– Bila seluruh bagian telah tergesek : umur 8 tahun
Perawatan Anak Kambing
Kambing yang habis melahirkan kadang-kadang kurang perhatian terhadap anak yang baru saja dilahirkan, apabila induk tidak mau menyusui, dekatkan induk pada anaknya sehingga anak kambing dapat menyusu. Jika induk tetap tidak mau menyusui, anak kambing dapat diberi susu buatan. Susu buatan ini dapat dibuat dari susu bubuk putih, gula 1 sendok teh, 1 butir telur ayam dan 1 cangkir air matang, susu buatan ini diberikan dua kali sehari sampai induk mau menyusui sendiri.
Pemilihan Bibit Kambing Betina
Calon Induk Betina
– Berasal dari keturunan yang baik dan tidak mempunyai penyakit atau cacat menurun.
– Bentuk tubuh : kepala, leher, badan, kaki dan lain-lain seimbang. Ambing besar, simetris dan puting susu normal
– Temperamen lincah, nafsu makan baik.
– Keadaan bulu/kulit cukup mulus dan mengkilat, tidak menunjukan tanda-tanda adanya penyakit parasit kulit.
– Tidak mengidap penyakit yang berbahaya, terutama penyakit kandungan.
– Daya menyesuaikan diri terhadap lingkungan baik dan cepat.
– Mempunyai sifat keibuan (tidak galak) dan mampu beranak 2-3 ekor dalam sekali melahirkan.
– Sebaiknya dipilih yang muda, umur 1 — 1,5 tahun.
Pemilihan Bibit Kambing Jantan
Calon Induk Jantan
– Berasal dari keturunan yang baik. Sebaiknya diambil keturunan dari induk yang tiap kali melahirkan memperoleh 2 ekor anak atau lebih.
– Bentuk tubuh : kepala, leher, badan, kaki dan lain-lain seimbang dan tidak ada cacat. Badan kuat, dada bidang dan dalam.
– Testes (buah zakar) cukup besar.
– Daya pertumbuhannya cepat.
– Keadaan bulu dan kulit cukup mulus dan mengkilat.
– Tidak mengidap penyakit yang berbahaya. Berasal dari induk yang tidak menderita penyakit kandungan.
– Daya menyesuaikan diri terhadap lingkungan baik dan cepat.
– Mempunyai sifat-sifat kejantanan yang baik, misalnya temperamen gagah, kemampuan kawin baik.
Kurva Sigmoid pertumbuhan Kambing

PERKEMBANGBIAKAN KAMBING
Cara Menentukan atau Menaksir Umur Kambing
Dasar penentuan umur ternak kambing adalah keadaan gigi seri pada rahang bawah yang jumlahnya 8 buah.
Ternak kambing yang berumur di bawah satu tahun gigi serinya dinamakan gigi seri susu, sedang gigi penggantinya disebut gigi seri tetap. Gigi seri susu berbentuk kecil-kecil dan berwarna putih mulus, sedang gigi seri tetap lebih besar dan berwarna putih kotor.
Sebagai pegangan untuk mengetahui umur kambing adalah :
– Sudah ada tanda pergesekan gigi seri susu : umur 10—12 bulan.
– Dua gigi seri telah berganti (Gigi dua) ; umur 1—1,5 tahun.
– Empat gigi seri telah berganti (Gigi empat) : umur 1,5—2 tahun,
– Enam gigi seri telah berganti (Gigi enam) : umur 2,5—3 tahun.
– Delapan gigi seri tejah berganti (Gigi delapan) : umur 3,5—4 tahun.
– Bila-1/4 bagian gigi seri tetap telah tergesek : umur 5 tahun.
– Bila 1/2 bagian gigi seri tetap telah tergesek : umur 6 tahun.
– Bila 3/4 bagian gigi seri tetap telah tergesek : umur 7 tahun.
– Bila seluruh bagian telah tergesek : umur 8 tahun
Perawatan Anak Kambing
Kambing yang habis melahirkan kadang-kadang kurang perhatian terhadap anak yang baru saja dilahirkan, apabila induk tidak mau menyusui, dekatkan induk pada anaknya sehingga anak kambing dapat menyusu. Jika induk tetap tidak mau menyusui, anak kambing dapat diberi susu buatan. Susu buatan ini dapat dibuat dari susu bubuk putih, gula 1 sendok teh, 1 butir telur ayam dan 1 cangkir air matang, susu buatan ini diberikan dua kali sehari sampai induk mau menyusui sendiri.
Pemilihan Bibit Kambing Betina
Calon Induk Betina
– Berasal dari keturunan yang baik dan tidak mempunyai penyakit atau cacat menurun.
– Bentuk tubuh : kepala, leher, badan, kaki dan lain-lain seimbang. Ambing besar, simetris dan puting susu normal
– Temperamen lincah, nafsu makan baik.
– Keadaan bulu/kulit cukup mulus dan mengkilat, tidak menunjukan tanda-tanda adanya penyakit parasit kulit.
– Tidak mengidap penyakit yang berbahaya, terutama penyakit kandungan.
– Daya menyesuaikan diri terhadap lingkungan baik dan cepat.
– Mempunyai sifat keibuan (tidak galak) dan mampu beranak 2-3 ekor dalam sekali melahirkan.
– Sebaiknya dipilih yang muda, umur 1 — 1,5 tahun.
Pemilihan Bibit Kambing Jantan
Calon Induk Jantan
– Berasal dari keturunan yang baik. Sebaiknya diambil keturunan dari induk yang tiap kali melahirkan memperoleh 2 ekor anak atau lebih.
– Bentuk tubuh : kepala, leher, badan, kaki dan lain-lain seimbang dan tidak ada cacat. Badan kuat, dada bidang dan dalam.
– Testes (buah zakar) cukup besar.
– Daya pertumbuhannya cepat.
– Keadaan bulu dan kulit cukup mulus dan mengkilat.
– Tidak mengidap penyakit yang berbahaya. Berasal dari induk yang tidak menderita penyakit kandungan.
– Daya menyesuaikan diri terhadap lingkungan baik dan cepat.
– Mempunyai sifat-sifat kejantanan yang baik, misalnya temperamen gagah, kemampuan kawin baik.
Kurva Sigmoid pertumbuhan Kambing

PERKEMBANGBIAKAN KAMBING
Dewasa
Kambing sudah mencapai dewasa kelamin pada umur 8—12 bulan, tetapi sebaiknya jangan dikawinkan dulu karena hal ini akan menyebabkan anak yang dilahirkan kurang sempurna (sakit-sakitan, pertumbuhan kurang baik dan sebagainya).
Kambing sudah mencapai dewasa kelamin pada umur 8—12 bulan, tetapi sebaiknya jangan dikawinkan dulu karena hal ini akan menyebabkan anak yang dilahirkan kurang sempurna (sakit-sakitan, pertumbuhan kurang baik dan sebagainya).
Waktu yang baik untuk mengawinkan pertama kali adalah pada umur 18—20 bulan, karena pada umur tersebut kambing sudah mencapai dewasa tubuh dan dewasa kelamin.
Masa Bunting dan Kemampuan Beranak
Masa bunting pada kambing adalah sekitar 151 hari (5 bulan), sehingga dengan tata laksana yang baik diharapkan kambing dapat beranak setiap 7—9 bulan sekali.
Jumlah anak yang dapat dilahirkan rata-rata 1—2 ekor, kadang-kadang dapat pula lebih dari 2 ekor. Bila ada kambing yang beranak lebih dari 2 ekor, sebaik nya anak ketiga disusukan kepada induk kambing yang sedang menyusui dan mempunyai anak hanya seekor.Kambing berkembang biak dengan melahirkan. Kambing bisa melahirkan dua hingga tiga ekor anak.
Saat tepat untuk perkawinan
Waktu yang tepat untuk mengawinkan seekor kambing betina adalah saat birahi. Dalam keadaan tidak berahi kambing betina tidak mau dikawini/dikawinkan, oleh karena itu perlu diketahui tanda tanda berahi yaitu :
– Tidak tenang dan terus terusan mengembik.
– Ekor dikipas-kipaskan, menggosok-gosokan badan ke dinding.
– Sering kencing.
– Bibir alat kelamin sedikit membengkak, hangat dan keluar lendir agak kemerahan.
– Nafsu makan berkurang
– Diam bila dinaiki pejantan.
Lama berahi pada ternak kambing rata-rata 30 jam. Karena waktunya tidak lama, maka jika terlihat tanda-tanda berahi kambing betina segera dikawinkan. Kalau berahinya terlihat pada malam hari sebaiknya dikawinkan pada besok harinya (pagi hari), sedang kalau terlihat pada pagi hari sebaiknya dikawinkan pada siang hari atau sore hari.
Waktu mengawinkan yang tepat adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi, untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan, maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang, hindarkan terjadinya perkawainan antara saudara, anak dengan bapak dan induk dengan anak.
Siklus berahi pada kambing betina rata-rata 20 hari, artinya setiap 20 hari kambing betina akan mengalami masa berahi. Siklus berahi ini tidak terjadi kalau kambing sedang bunting.
Kelahiran
Kambing yang akan melahirkan nampak gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai kandang, mengembik, pinggul mengendur, ambing sangat besar dan bila dipecet keluar cairan (kolostrum), alat kelamin membengkak dan nafsu makan turun.
Menyusui
Kambing akan menysusi selama 2,5 – 3 bulan, pada sistem peternakan tradisional dapat sampai 5-6 bulan
PAKAN KAMBING
Cara Pembarian pakan adalah :
1. Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10 % dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
2. Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg /ekor / hari.
TATA LAKSANA KANDANG
Syarat kandang yang baik :
1. Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekor
2. Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor
3. Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor
4. Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor
5. Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor
Pengendalian Penyakit
a. Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi.
b. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: Cacingan, Kudis (Scabies), Kembung (Tympani/Bloat), Paru-paru (Pneumonia), Orf (Puru), Myasis (Blatungan) dan koksidiosis.
Pasca Panen
Bila kambing hendak dijual pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar 1 - 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing cukup tinggi. Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup x (45 sampai 50%) karkas x harga daging eceran.
Masa Bunting dan Kemampuan Beranak
Masa bunting pada kambing adalah sekitar 151 hari (5 bulan), sehingga dengan tata laksana yang baik diharapkan kambing dapat beranak setiap 7—9 bulan sekali.
Jumlah anak yang dapat dilahirkan rata-rata 1—2 ekor, kadang-kadang dapat pula lebih dari 2 ekor. Bila ada kambing yang beranak lebih dari 2 ekor, sebaik nya anak ketiga disusukan kepada induk kambing yang sedang menyusui dan mempunyai anak hanya seekor.Kambing berkembang biak dengan melahirkan. Kambing bisa melahirkan dua hingga tiga ekor anak.
Saat tepat untuk perkawinan
Waktu yang tepat untuk mengawinkan seekor kambing betina adalah saat birahi. Dalam keadaan tidak berahi kambing betina tidak mau dikawini/dikawinkan, oleh karena itu perlu diketahui tanda tanda berahi yaitu :
– Tidak tenang dan terus terusan mengembik.
– Ekor dikipas-kipaskan, menggosok-gosokan badan ke dinding.
– Sering kencing.
– Bibir alat kelamin sedikit membengkak, hangat dan keluar lendir agak kemerahan.
– Nafsu makan berkurang
– Diam bila dinaiki pejantan.
Lama berahi pada ternak kambing rata-rata 30 jam. Karena waktunya tidak lama, maka jika terlihat tanda-tanda berahi kambing betina segera dikawinkan. Kalau berahinya terlihat pada malam hari sebaiknya dikawinkan pada besok harinya (pagi hari), sedang kalau terlihat pada pagi hari sebaiknya dikawinkan pada siang hari atau sore hari.
Waktu mengawinkan yang tepat adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi, untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan, maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang, hindarkan terjadinya perkawainan antara saudara, anak dengan bapak dan induk dengan anak.
Siklus berahi pada kambing betina rata-rata 20 hari, artinya setiap 20 hari kambing betina akan mengalami masa berahi. Siklus berahi ini tidak terjadi kalau kambing sedang bunting.
Kelahiran
Kambing yang akan melahirkan nampak gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai kandang, mengembik, pinggul mengendur, ambing sangat besar dan bila dipecet keluar cairan (kolostrum), alat kelamin membengkak dan nafsu makan turun.
Menyusui
Kambing akan menysusi selama 2,5 – 3 bulan, pada sistem peternakan tradisional dapat sampai 5-6 bulan
PAKAN KAMBING
Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu Hijauan (berbagai jenis rumput termasuk pakan Hay Silase) dan Pakan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, multivitamin dan mineral).
1. Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10 % dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
2. Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg /ekor / hari.
TATA LAKSANA KANDANG
Syarat kandang yang baik :
- Harus Segar
- Ventilasi baik
- Cukup cahaya matahari
- Bersih
- Minimal berjarak 5 meter dari rumah
1. Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekor
2. Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor
3. Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor
4. Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor
5. Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor
Pengendalian Penyakit
a. Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi.
b. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: Cacingan, Kudis (Scabies), Kembung (Tympani/Bloat), Paru-paru (Pneumonia), Orf (Puru), Myasis (Blatungan) dan koksidiosis.
Pasca Panen
Bila kambing hendak dijual pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar 1 - 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing cukup tinggi. Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup x (45 sampai 50%) karkas x harga daging eceran.