Sapi Brahman Cross, Sapi Import Andalan Peternakan Komersial

Jenis Sapi Impor Yang Digemari Feedlotter, Sapi Brahman Cross Asal Australia

Saat ini banyak perusahaan penggemukan yang stress akibat peraturan baru dari pemerintah yang mewajibkan mereka mengimpor indukan sapi betina produktif sebanyak 20% dari seluruh ijin impor yang diajukan jika ingin ijin impor mereka disetujui pemerintah. Dengan peraturan ini pemerintah berharap bisa meningkatkan populasi sapi didalam negeri karena adanya perbandingan 1 : 5 yang wajib dipenuhi importir sapi. Jadi jika importir ingin mengajukan impor 10.000 ekor sapi brahman cross untuk penggemukan atau sapi feeder maka mereka harus juga memasukkan sebanyak minimal 2.000 ekor sapi betina indukan produktif. Syarat ini memang dirasakan sangat berat terutama oleh peternak-peternak sapi impor skala menengah dan kecil tetapi mungkin akan dengan mudah dipenuhi oleh peternak besar.

Tentang Sapi Brahman Cross

Brahman Cross merupakan sapi hasil silangan antara Sapi Brahman dengan jenis sapi lainnya seperti Shorthorn dan Hereford.

Jenis Sapi Brahman Cross
Dengan pemeliharaan secara intensif yaitu dengan kandang yang sesuai dan pakan yang berkualitas serta iklim yang menunjang, sapi ini sangat bagus pertumbuhannya. Average Daily Gain (ADG) Brahman Cross berkisar antara 1.0 - 1.8 kg/hari. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 2 kg/hari. Dibandingkan dengan sapi lokal terutama PO (Peranakan Ongole) yang ADG nya hanya berkisar 0.4 - 0.8 kg/hari tentunya sapi ini lebih menguntungkan untuk fattening (penggemukan).
Karkas Brahman Cross bervariasi antara 45% - 55% tergantung kondisi sapi saat timbang hidup dan performance tiap individunya. Pemeliharaan ideal untuk fattening adalah selama 60-70 hari untuk sapi betina, sedangkan untuk jantannya antara 80-90 hari, karena apabila digemukkan terlalu lama maka perkembangannya akan semakin lambat dan akan terjadi perlemakan dalam daging (marbling) yang hal ini di pasar lokal (RPH) tradisional kurang disukai oleh customer.

Warna kulit sapi ini sangat bervariasi antara lain putih abu-abu, hitam, coklat/merah/kuning, bahkan loreng seperti harimau. Pasar tradisional tertentu masih ada yang "fanatik" dengan warna kulit, sehingga dengan banyaknya variasi warna kulit sapi ini bisa memenuhi selera tiap-tiap pasar yang cenderung masih spesifik.  Secara umum lebih disukai sapi-sapi yang berwarna merah/coklat/kuning/hitam dengan berat hidup antara 350 - 450 Kg/ekor.


Dari berbagai keunggulan tersebut di atas, dewasa ini di Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat dan Sumatra banyak bermunculan Feedlot yang secara intensif menggemukan sapi Jenis Brahman Cross ini. Setelah krisis moneter jumlah import sapi ini dari Australia selalu meningkat setiap tahunnya. Bahkan dalam tahun 2008 sudah lebih 500.000 ekor sapi di import dari Australia dan tahun 2009 mencapai 600.000 ekor


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Tentang Ternak dan Burung Updated at: 7:20 PM
Powered by Blogger.