Tetanus adalah penyakit akut yang mengakibatkan kekakuan dan kekejangan otot tubuh yang disebabkan infeksi bakteri Cl. Tetani. Bakteri ini terdapat di dalam tanah dan alat pencernaan hewan. Tetanus ditemukan dimana-mana di Indonesia terutama kuda, babi, domba, kambing dan kera, sedangkan pada sapi jarang terjadi.
Kejadian penyakit ini biasanya bersifat insidental mengikuti infeksi pada luka yang dalam atau pada lokasi kandang yang banyak penumpukan kotoran ternak atau kotoran ternaknya jarang dibersihkan sehingga menjadi wahana atau tempat berkembangbiaknya berbagai macam kuman atau bakteri yang merugikan.
Cara Penularan Penyakit Tetanus
Penularan terjadi karena adanya luka kecil dan dalam, yang memungkinkan adanya kondisi anaerobik yang memudahkan pertumbuhan bakteri.
Tetanus sering menjangkiti ternak saat dilakukan kastrasi, seperti kastrasi pada sapi dan pada domba. Perlakuan kastrasi pada sapi yang kurang higienis atau kurang tepat sehingga meninggalkan luka menjadi penyebab utama timbulnya tetanus, karena luka tersebut sangat mudah ditumbuhi bakteri.
Gejala Klinis
Gejala klinis yang teramati pertama kali adalah:
- Kekakuan otot lokal diikuti oleh kekejangan umum
- Suhu tubuh sangat tinggi menjelang kematian.
Kematian akibat tetanus sangat tinggi yaitu mencapai 80% .
Diagnosis Tetanus
Diagnosis dapat diperkirakan berdasarkan gejala klinis adanya kekejangan yang tetanik. Peneguhan diagnosis dapat dilakukan dengan pengiriman spesimen ulas atau biopsi jaringan luka ke laboratorium.
Cara Mengobati Ternak yang Terkena Tetanus
Pengobatan dapat dilakukan dengan penyuntikan antitoksin diikuti pembersihan dan desinfeksi luka.
Antibiotika dapat mematikan kuman penyebab bila luka telah dibersihkan namun tidak mampu menghilangkan toksin dari jaringan.
Ternak yang terserang tetanus dilarang keras dipotong. Karkas harus dimusnahkan dengan dibakar.

